• internet-of-things-everything-you-need-to-know.jpg

Efisiensi Energi Berbasis IoT

Isu kelangkaan energi masih terjadi hingga saat ini masih menjadi kendala besar sehingga perlu dilakukannya efisiensi energi. Era digitalisasi yang tengah bergulir juga membutuhkan energi yang tidak sedikit.
 
Cisco, produsen perangkat keras untuk jaringan internet dan intranet terbesar di dunia, memprediksikan sebanyak lebih dari 50 miliar perangkat akan saling terhubung internet di seluruh dunia hingga 2020. Badan Energi Dunia (IEA) juga memproyeksikan bahwa arus industrialisasi akan menyerap energy sekitar 50 persen lebih besar sampai tahun 2050.
Country President Schneider Electric Indonesia Riyanto Mashan mengatakan bahwa teknologi untuk mengefisiensi energi yang terus berevolusi. Schneider Electric selaku perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan automasi ikut mengelola energi agar lebih efisien melalui ragam solusi yang saling terkoneksi sejalan dengan fenomena Internet of Things (IoT).
 
IoT, menurut Riyanto, merupakan bagian dari automasi. Schneider mencoba menggabungkan manajemen energi, automasi, dan perangkat lunak (software) dalam melayani empat pengguna sekaligus. Mulai dari gedung perkantoran, industri, residensial dan infrastruktur, serta pusat data dan jaringan," menurutnya dalam acara bertajuk "Solution World" di Kuta, Bali, Kamis (14/4).
Keempat pasar diatas menyerap sekitar 70 persen konsumsi energi di dunia. Selama satu decade terakhir, evolusi teknologi dan penggunaan energi begitu cepat mendorong warga dunia memikirkan langkah-langkah digitalisasi, dekarbonisasi, hingga desentralisasi energi.
 
Core Founder green Building Council Indonesia (GBCI) Rana Yusuf Nasir mencontohkan, bangunan gedung mampu menghabiskan lebih dari sepertiga sumber daya energi sepanjang masa konstruksi, 40 persen total energi global, dan menghasilkan 40 persen dari total emisi gas rumah kaca di dunia. Fakta ini membuktikan bahwa sektor bangunan perlu segera merealisasikan langkah-langkah efisiensi energi.
 
Indeks efisiensi energi Indonesia untuk bangunan-bangunan komersil seperti rumah sakit, perkantoran , pusat perbelanjaan dan perhotelan juga masih jauh di bawah negara Asia lainnya. Menurut Rana, efisiensi energi di Indonesia perlu dilakukan bersamaan antara bangunan lama dengan bangunan yang baru.

Ia menekankan, efisiensi energi pada bangunan lama memberikan kontribusi lebih tinggi terhadap keseluruhan upaya efisiensi energi pada bangunan komersial. Ia mencontohkan, salah satu kompleks perkantoran di Jakarta Pusat memiliki daya listrik yang lebih besar dari daya listrik seluruh wilayah kota Wonosobo.

Ini merupakan contoh yang menyebabkan rasio elektrifikasi dan penyebaran jaringan kelistrikan di Indonesia masih belum 100 persen. "Jika 80 persen bangunan lama berkomitmen melakukan program efisiensi energi maka target efisiensi nasional untuk bangunan komersial sebesar 15 persen yang ditetapkan pemerintah akan tercapai pada 2025," kata Rana.

Internet of Things, kata Rana, memegang peranan penting untuk mewujudkan efisiensi energi tersebut. Pengelolaan energi dengan sistem cerdas memberi banyak manfaat, misalnya, untuk memonitor dan mengevaluasi data dasar indeks efisiensi energi.

Solusi efisiensi
Schneider Electric memiliki sejumlah produk berbasis Internet of Things (IoT) yang menunjang efisiensi energi pada bangunan. Contohnya Smart Panel, yaitu inovasi yang menggabungkan kemampuan mengukur, mengontrol, dan mengomunikasikan pemakaian energi dalam sebuah bangunan.

Untuk rumah, ada aplikasi Smart Home System dan EZInstall3 yang mampu mengefisiensi penggunaan listrik. Sistem ini bisa dipasang untuk mengontrol lampu atau alat listrik di rumah dengan menggantikan sakelar mekanis yang sudah ada. Solusi ini menggunakan teknologi wireless yang terintergrasi.

Sebagai unggulan, Schneider memperkenalkan Smart Struxure. Ini adalah perangkat lunak terpadu yang menjadi jantung dan otak daro solusi Schneider Electric secara keseluruhan. Solusi ini digunakan untuk mengatur fungsi AC, lampu, eskalator, kipas ventilasi, pompa hingga elevator secara otomatis. Alat-alat ini hanya aktif ketika diperlukan.

Country President Schneider Electric Indonesia Riyanto Mashan mencontohkan, hotel-hotel di Indonesia telah menggunakan solusi ini untuk mengatur fungsi lampu di lorong mereka. Lampu-lampu di lorong hotel itu hanya akan menyala jika pencahayaan kurang karena ada sistem sensor yang mengaturnya.

IoT juga akan mengintegrasikan perangkat keras dan lunak di dalam gedung mulai perencanaan, penginstalasian, dan pelayanannya. Semua fasilitas dalam bangunan bisa terus berjalan dam termonitor dengan baik. Pada akhirnya, solusi ini dapat memberi penghematan signifikan terhadap biaya operasional untuk engineering, peralatan, instalasi, dan waktu pengerjaan bangunan.


Produk terkait dengan Efisiensi Energi Berbasis IoT