Home   »   Training   »   Article
 
 
satelite.jpg

Aplikasi Sensor Laser Untuk Sistem Pelacakan Satelit

19 May 2017 09:16


Sebuah cahaya terang menembus atmosfir ke luar angkasa, senin malam dari atas Halaekala untuk meresmikan pengoperasian sistem sensor laser pemandu  dalam Teleskop optik di Maui Space Surveilance Complex. Teleskop optik terbesar USA ini dirancang untuk melacak satelit dan rudal dengan sensor infrared dan berfungsi untuk mengumpulkan data tentang benda-benda di dekat Bumi dan benda asing lainnya.
 
Dilepas pukul 8 malam, sensor laser bertindak sebagai bantuan optik teleskop saat kehilangan fokus karena distorsi atmosfir, juru bicara Angkatan Udara Jim “Kimo” mengatakan bahwa kini para peneliti dapat memilih titik fokus dari 35 sampai 54 mil diatas permukaan bumi dengan bantuan laser dan membantu fokus teleskop ke benda-benda di dekatnya. Laser baru hanya akan beroperasi sekitar lima sampai 10 menit, jauh lebih sebentar jika dibandingkan dengan laser biru dan hijau yang bersinar selama 10 jam setiap malam. 
 
Teleskop optik yang sudah diupgrade ini memungkinkan dapat beroperasi lebih efesien dan efektif serta dapat membuat hasil pengambilan gambar ruang angkasa lebih jernih dari sebelumnya. Untuk melihat sinar lasernya harus berada di lokasi dan berada di tepat samping sumber lasernya. Peneliti akan melakukan serangkaian tes selama berberapa minggu kedepan dan akan mengoperasikan laser dua sampai tiga hari selama sebulan mulai dari bulan Agustus sampai November.
 
Dari segi lingkungan, sensor laser ini tidak berbahaya dan tidak berdampak terhadap burung dan satwa liar. Burung dapat melewati sinar laser tanpa harus takut burung itu terpotong atau terluka karena pancaran sinar laser dari sensor. Teleskop ini diharapkan dapat membantu perkembangan teknologi pelacakan satelit dan penelitian luar angkasa.