• banner.jpg

Pemanfaatan Sensor Suhu Pada Industri Kaca (Industrial glass)

Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran panas menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengan cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik sesuai dengan suhunya.

Automation~ Kaca berasal dari bahan yang bersifat cair namun memiliki kepadatan tinggi, dan struktur amorf. Atom-atom di dalamnya tidak membentuk suatu jalinan yang beraturan seperti kristal, atau biasa disebut gelas. Kaca kebanyakan dibuat dari silika (SiO2), campuran batu pasir dengan fluks yang menghasilkan kekentalan dan tilik leleh yang tidak terlalu tinggi, untuk kemudian dicampur lagi dengan bahan stabilisator supaya kuat.[wikipedia].

Kebanyakan kaca tergolong sebagai kaca sodalime seperti kaca jendela, lampu, dan botol, yang terbuat dari silika (SiO2), fluks soda, (Na2O) dan stabilisator lime atau tanah liat kapur (CaO) dengan magnesia MgO yang sedikit dicampur dengan alumina (Al2O2). Sedangakan kaca borosilikat merupakan jenis kaca yang tahan panas, yang bahannya terbuat dari silika, boron oksida (B2O3), alumina dan soda, sehingga mempunyai titik leleh yang tinggi dan tidak mudah pecah saat dipanaskan. Sedangkan kaca pireks adalah kaca yang memiliki koefisien muat yang amat kecil, kaca ini terbentuk dari kaca silika yang dileburkan atau kuarsa yang melebur sendiri, dan 99,9% silika mempunyai titik leleh sebesar 1.580 °C, koefisien muat yang rendah, tembus radiasi ultraungu dan inframerah.

Saat sekarang industri kaca nasional sedang gencar untuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan luar negeri, pemerintah memberikan apresiasi terhadap langkah ekspansi sektor tersebut karena akan memperkuat struktur industri di dalam negeri. Mereka melaporkan mengenai relokasi di Cikampek, Jawa Barat. Melalui pabrik baru ini, jumlah produksi ditargetkan meningkat 200 ribu ton dan rencananya beroperasi pada tahun 2019,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan CEO Asahi Glass Co. Ltd (AGC) Jepang, Takuya Shimamura beserta jajarannya di Kementerian Perindustrian. Namun yang menjadi kendala mereka dalam produksi adalah mereka sempat kekurangan stok garam selama tiga minggu yang digunakan untuk memproduksi soda kostik sebagai bahan baku kaca, oleh karena itu, Kemenperin terus mamacu ketersediaan bahan baku dan energi bagi industri sehingga tidak terkendala dalam proses produksinya.

 

 

Cara Pembuatan Kaca

  1. Peleburan
    Peleburan dilakukan di dalam tanur periuk atau tanur tangki, dengan kapasitas sekitar 2 ton atau kurang, tanur terssebut terbuat dari lempung pilihana atau platina agar tidak ikut meleleh saat proses peleburan tersebut. Sebagian besar dari kandungan kalor sensibel gas keluar dari situ, dan isian itu mencapai suhu yang berkisar antar 1500°C didekat tanur 650C di dekat pintu keluar. Bila tanur regenarasi itu sudah dipanaskan, suhunya harus dipertahankan sekurang-kurangnya 1200°C setiap waktu. Kebanyakan kalor hilang dari tanur melalui radiasi, dan hanya sebagian kecil yang termanfaatkan untuk pencairan. Tanpa membiarkan dindingnya mendingin sedikit karena radiasi, suhu akan menjadi terlalu tinggi sehingga kaca cair itu dapat menyerang dinding dan melarutkannya. Untuk mengurangi aksi kaca cair, pada dinding tanur kadang-kadang dipasang pipa air pendingin.
  2. Pencetakan
    kaca dapat dibentuk dengan mesin atau dengan cetak tangan. Faktor yang terpenting yang harus diperhatikan dalam cetak mesin (machine molding) adalah bahwa rancang mesin itu haruslah sedemikian rupa sehingga pencetakan barang kaca dapat diselesaikan dalam tempo beberapa detik saja. Dalam waktu yang sangat singkat ini kaca berubah dari zat cair viskos menjadi zat padat bening. Jadi, jelas sekali bahwa masalah rancang yang harus diselesaikan, seperti aliran kalor stabilitas logam, dan jarak bebas bantalan merupakan masalah yang rumit sekali. Keberhasilan mesin cetak kaca merupakan prestasi besar bagi para insinyur kaca.
  3. Penyangaian
    Adalah proses untuk mengurangi regangan-regangan dalam kaca, semua barang kaca harus disangai (anneal), baik barang kaca yang dibuat dengan mesin maupun yang dibuat dengan tangan. Secara singkat, penyangaian menyangkut dua macam operasi, yaitu:1. Menahan kaca itu pada suatu suhu di atas suhu krisis tertentu selama beberapa waktu yang cukup lama sehingga mengurangi regangan-regangan dalam dengan jalan pengaliran plastic sehingga regangannya kurang dari suatu maksimum yang ditentukan.

2. Mendinginkan massa kaca sampai suhu kamar secara cukup perlahan sehingga regangan itu selalu berada di bawah batas maksimum leher atau tungku penyaringan, tidak lain hanyalah satu ruang pemanasan yang dirancang dengan baik dimana laju pendingin dapat diatur sehingga memenuhi persyaratan.

  1. Penyelesaian
    Semua kaca yang sudah disangai harus mengalami operasi penyelesaian yang relative sederhana tetapi sangat penting. Operasi ini menyangkut hal-hal sebagai berikut:
    o> Pembersihan
    o> Penggosokan
    o> Pemolesan
    o> Pemotongan
    o> Gosok-semprot dengan pasir
    o> Pemasangan email klasifikasi kualitas
    o> Pengukuran

Pemakaian kaca di kehidupan sehari-hari :

  1. Kaca Las
  2. Kaca Mata
  3. Kaca Otomotif
  4. Kaca Arsitektur
  5. Kaca Terapan
  6. Kaca Material Elektronik
  7. Kaca Peralatan Optik

Untuk mensupport kualitas industri kaca nasional dibutuhkan material dan teknologi yang bagus dalam proses pembuatan kaca, diantara proses pembuatan kaca yang sangat diperhatikan adalah suhu , baik dalam proses peleburan dan penyangaian, agar dapat mengontrol suhu tersebut dibutuhkan alat ukur yang presisi dan tahan terhadap panas itu sendiri, alat ukur tersebut biasa disebut dengan sensor suhu / sensor temperature / thermoimager / sensor thermal, dll. Sensor yang kami rekomendasikan untuk kebutuhan suhu tinggi dan tahan terhadap situasi panas itu sendiri adalah Micro Epsilon. Micro Epsilon dapat membantu anda dalam menangani masalah pengontrolan suhu atau pengukuran suhu diruang pemanas, sensor tersebut mampu mengukur suhu -50 derajat celcius hingga suhu 2200 derajat celcius.

AutomationIndo menyediakan berbagai sensor suhu   berkualitas dari Micro-Epsilon dan kami siap membantu serta melayani anda mulai dari pembelian sampai after sales seperti service dan garansi serta pemberian training alat.

 

Contact Us

  Jl. Radin Inten II No. 62 Duren Sawit - Jakarta 13440
  (021) 8690 6777
  sales@automationindo.com
  (021) 8690 6770