• SUS1-300x227.jpg

Pertimbangan Memilih Jenis Flow Meter

Pertimbangan memilih Jenis flow meter yang paling utama dan benar adalah adalah pemahaman yang menyeluruh dan jelas tentang persyaratan aplikasi tertentu. Oleh karena itu, perlu waktu dalam mengevaluasi secara keseluruhan dari sifat fluida, proses dan oprasional.

Sebelum menentukan flow meter, juga disarankan untuk menentukan apakah informasi flow rate lebih berguna jika disajikan dalam massa atau unit volumetrik. Ketika mengukur aliran bahan kompresibel, aliran volumetrik tidak terlalu berarti kecuali kerapatan (dan kadang-kadang juga viskositas) adalah konstan. Ketika kecepatan (aliran volumetrik) cairan mampat diukur, kehadiran gelembung ditangguhkan akan menyebabkan kesalahan, karena itu, udara dan gas harus dihapus sebelum cairan mencapai alat flow meter. Di sensor kecepatan lainnya, liners pipa bisa menyebabkan masalah (ultrasonik), atau meter akan berhenti berfungsi jika bilangan Reynolds terlalu rendah.

Langkah pertama dalam pemilihan sensor flow meter adalah untuk menentukan apakah informasi flow rate  harus terus menerus atau ditotal, dan apakah informasi ini diperlukan lokal atau jarak jauh. Jika jarak jauh, harus transmisi menjadi analog, digital, atau dibagi terhadap fungsi lainnya ?

Karena itu perlu ditentukan sebagai acuan kita apasaja data minimal yang diperlukan. Setelah pertanyaan-pertanyaan ini dijawab, evaluasi sifat dan karakteristik aliran dari fluida proses, dan pipa yang akan menampung dipasang flow meter tersebut, harus berlangsung. Karena itu biasanya pihak manufacture dari flow meter menyiapkan form isian yang berupa pertanyaan yang harus dijawab sebelum mereka memberikan saran jenis dan installasi flow meter yang kita gunakan.

Jenis Cairan dan karakteristik aliran

Ada berbagai jenis fluida dengan karakteristik masing-masing yang perlu diketahui saat akan menentukan jenis flow meter serta persyaratan dari kecepatan aliran fluida seperti :

1. Besarnya tekanan pressure,
2. Besarnya temperature cairan,
3. penurunan tekanan yang disyaratkan,
4. Density cairan, viscosity dari fluida, konduktivitasnya, tingkat keasaman,
5. dan untuk uap perlu juga diketahui temperature kerjanya,  informasi tentang keselamatan atau toksisitas harus disediakan, data rinci tentang komposisi fluida, adanya gelembung/busa, soliditas (ukuran kasar atau lembut, partikel, serat).
Perlu finishing jenis coating, dan kualitas tembus pandang / transmisi cahaya (buram, tembus atau transparan).

Selain informasi diatas dalam menentukan jenis flow meter, juga perlu informasi adanya jalur pipa saat installasi seperti Apakah jalur aliran pipa dari flow meter dapat menimbulkan back pressure, apakah aliran dari fluida tidak selalu mengisi flow tube dengan penuh, apakah terdapat aliran lumpur yang dapat berkembang ( udara padat-cair), apakah ada aerasi atau adanya gelombang dalam aliran, apakah terjadi perubahan suhu secara mendadak atau mungkin perlu tindakan pencegahan yang perlu dilakukan saat dilakukan pembersihan dan pemeliharaan, Informasi-informasi lapangan seperti tersebut perlu di berikan.

Koneksi, Pipa dan Installasi Flow Meter

Saat melakukan pemasangan flow meter perlu dipertimbangkan bebarap aspek lokasi installasi flow meter seperti arah aliran hendaknya untuk fluida liquid hendaknya dihindar pemasangan flow meter posisi vertical dengan arah aliran turun/kebawah, size( ukuran diameter pipa ) Jenis bahan flow meter, jenis koneksi flow meter, adanya tekukan aliran, adanya valve, adanya getaran pada pipa, atau medan magnet yang terlalu besar, adanya jalur pipa lurus yang memadai untuk persyaratan pemasangan type flow meter tertentu serta perlu tidaknya kelas food grade.

Aplikasi Air Motor

Air Motor yang mempunyai karakteristik tanpa menggunakan energi listrik yang memberikan jalan keluar akan kelemahan electric motor pada aplikasi tertentu seperti tidak diijinkannya pemakaian listrik, timbulnya medan listrik dan sebagainya.

Air Motor maupun air gear motor sangat aman sekali digunakan untuk aplikasi dimesin atau equipment yang berhubungan dengan bahan-bahan produksi yang mudah terbakar atau meledak seperti di pabrik cat yang banyak menggunakan bahan solvent. Terutama untuk tanki agitator, tanki mixer maupun untuk conveyor ataupun untuk equipment lainnya yang membutuhkan motor.  Begitu juga untuk pabrik lem yang berbahan dasar minyak ataupun solvent.

Selain digunakan untuk aplikasi diatas air motor juga tepat sekali digunakan untuk menggerakan blower ataupun exhust khususnya didunia oil and gas atau yang lainyya yang mempersyaratkan explosion proof.

Karena sifat dan cara kerja air motor yang menggunakan udara bertekanan dimana aliran udara yang masuk kedalam komponen vane ataupun piston untuk type piston air motor membuat body air motor  tidak mudah panas karena udara bertekanan sebagai sumber energi air motor sekaligus berfungsi sebagai cooler. Karena itu air motor cukup tepat jika diaplikasikan pada mesin atau equipment dengan ambien temperatur tinggi atau diatas 40 derajad celcius.

Karena tenaga yang digunakan untuk menggerakan air motor adalah udara bertekanan yang dihasilkan oleh air compressor dimana pada sistem pneumatic ada peralatan atau accesories yang dipasang guna mengatur besar kecilnya tekanan udara berupa regulator maka untuk medapatkan besarnya putaran ( RPM ) dan torque dari air motor  cukup dengan menyeting regulator, sehinga cara ini cukup simple sekali untuk mengatur besar kecilnya RPM dari peralatan yang menggunakan air motor ini hal ini berbeda untuk electric motor yg perlu inverter maupun servo.

Secara ringkas Air motor maupun air gear motor dapat diaplikasikan pada mesin dan equipment sebagai berikut :

APLIKASI :
– Hoist / Winches Conveyor Drives Automation Devices
– Hose Reels Mixing Equipment Choppers / Grinders
– Turntables Pump Drives Food / Pharmacy Packaging
– Conveyor Drives Automation Devices
– Mixing Equipment
– Pump Drives
– Automation Devices
– Choppers / Grinders
– Food / Pharmacy Packaging

Produk terkait dengan Pertimbangan Memilih Jenis Flow Meter